Selasa, 12 November 2013

250 ISTILAH DALAM EKONOMI

1.       AD : Permintaan Agregat
2.       AS : Penawaran Agregat
3.       AE : Pengeluaran Agregat
4.       ATC : Biaya total rata-rata
5.       AVC : Biaya variable rata-rata
6.       C : konsumsi
7.       CPI : harga indeks konsumen
8.       D : permintaan
9.       E : Ekuilibrium
10.   Fed : Federal Reserve Board
11.   G : Pengeluaran Pemerintah
12.   GDP : Produk Domestik Bruto
13.   GDP : Produk Nasional Bruto
14.   I : Pengeluaran Investasi
15.   i : Tingkat Bunga
16.   LR : Jangka Panjang
17.   LRAS : Penawaran Agregat Jangka Panjang
18.   M : Impor
19.   M1,M2,M3, dst. : Penawaran Uang
20.   MC : Biaya Marginal
21.   MEC : Efisiensi Modal Marginal
22.   MP : Produk Marginal
23.   MR : Pendapatan Marginal
24.   MRP : Produk Pendapatan Marginal
25.   OPEC : Organization of Petroleum Exporting Countries
26.   p : Harga
27.   P : Tingkat harga
28.   q : Kuantitas
29.   r : Tingkat bunga
30.   S : Penawaran
31.   SR : Jangka pendek
32.   SRAS : Penawaran agregat jangka pendek
33.   T : Pajak penghasilan
34.   TC : Biaya total
35.   TR : Pendapatan total
36.   X : Ekspor
37.   X-M : Ekspor bersih
38.   Y : Pendapatan nasional
39.   Y* : Pendapatan potensial penuh (tenaga kerja penuh)
40.   Yd : Pendapatan bersih
41.   å (sigma) : Jumlaha
42.   π (pi) : Laba
43.   η (eta) : Elastisitas
44.   ∆ (delta) : Perubahan
45.   AFC : biaya tetap rata-rata
46.   AP : produk rata-rata
47.   AC : biaya rata-rata
48.   AR : pendapatan rata-rata
49.   Harga Absolut : banyaknya uang yang harus dibelanjakan untuk memperoleh 1 unit komoditi.
50.   Keunggulan Absolut : keunggulan yang dimiliki suatu Negara terhadap Negara lain dalam memproduksi suatu komoditi.
51.   Harga Mati : harga yang secara sengaja ditentukan oleh penjual, dan bukan oleh kekuatan pasar.
52.   Agents : pengambil keputusan, termaksud rumah tangga, perusahaan dan badan pemerintah.
53.   Permintaan Agregat : total pembelian yang diinginkan oleh semua pembeli terhadapa output perekonomian.
54.   Gejolak Permintaan Agregat : suatu pergeseran dalam kurva permintaan agregat.
55.   Pengeluaran Agregat : pengeluaran total terhadap output akhir perekonomian,
AE = C + I + G + ( X – M )
56.   Kurva Permintaan Agregat, Kurva AD : menghubungkan jumlah total output yang akan diminta dengan tingkat harga output itu.
57.   Kurva penawaran agregat, kurva AS : menghubungkan jumlah total output yang akan diproduksi dengan tingkat harga output itu.
58.   Gejolak penawaran agregat : suatu pergeseran dalam kurva penawaran agregat
59.   Gejolak permintaan agregat : suatu pergeseran dalam kurva permintaan agregat
60.   Anuitas : sejumlah uang tertentu yang dibayarkan menurut interval tertentu, selama periode yang di tentukan.
61.   Hukum antitrust : hokum yang dirancang untuk melarang perolehan dan penerapan monopoli oleh perusahaan bisnis
62.   Apresiasi : kenaikan nilai mata uang domestic di pasar bebas, dinyatakan dalam mata uang asing
63.   Elastisitas busur : ukuran tentang drajat respon rata-rata kuantitas terhadap harga pada suatu interval kurva permintaan
64.   Alokasi sumber daya : pendistribusian faktor-faktor produksi yang tersedia untuk berbagai jenis pengunaan yang mungkin.
65.   Anggaran berimbang : situasi yang terjadi apablia pendapatan yang sekarang persis sama dengan pengeluaran yang sekarang
66.   Pengganda anggaran berimbang : perubahan pendapatan dibagi dengan perubahan pembiayaan pengeluaran pemerintah yang dibiayai pajak.
67.   Kebijakn pertumbuhan berimbang : kebijakan yang dirangsang untuk menghasilkan pertumbuhan yang simultan di semua sektor ekonomi.
68.   Perkiraan neraca pembayaran : ringkasan catatan transaksi suatu Negara yang menyangkut pembayaran, atau penerimaan dengan valuta asing.
69.   Defisit neraca pembayaran : situasi dimana penerimaan pada transaksi berjalan dan neraca modal lebih kecil daripada pembayaran
70.   Surplus neraca pembayaran : situasi dimana penerimaan pada transaksi berjalan dan neraca modal melebihi pembayaran
71.   Neraca perdagangan : selisih antara nilai eksport dengan nilai impor barang-barang
72.   Neraca : laporan keuangan yang menunjukan kekayaan perusahaan dan kewajiban terhadap kekayaan itu pada saat tertentu
73.   Surat utang bank : kertas berharga yang diterbitkan bank-bank komersial
74.   Barter : system dimana barang dan jasa diperjualbelikan langsung dengan barang dan jasa lainnya
75.   Black market : situasi yang terjadi bila barang dijual secara tidak resmi
76.   Obligasi : bukti utang dalam jumlah dan jadwal pembayaran bunga tertentu
77.   Boikot : penolakan secara bersama-sama untuk membeli dan menjual suatu komoditi tertentu
78.   Harga impas : harga dimana perusahaan benar-benar mampu menutup semua biayanya
79.   Tingkat impas pendapatan : situasi ketika total pengeluaran konsumsi sama denga total
80.   pendapatan disposebel
81.   Sisa anggaran : silisih antara total pendapatan dengan total pengeluaran pemerintah
82.   Defisit anggaran : pendapat berada di bawah pengeluaran
83.   Surplus anggaran : pendapatan berada di atas pengeluaran
84.   Siklus ekonomi : pola jangka panjang fluktuasi tingkat kegiatan ekonomi yang teratur
85.   Kapasitas : tingkat output yang berkaitan dengan total biaya rata-rata jangka pendek yang minimum
86.   Modal : factor produksi yang terdiri dari semua perlengkapan pabrik untuk proses produksi selanjutnya
87.   Neraca modal : bagian dari perkiraan neraca pembayaran yang mencatat pembayaran / penerimaan yang timbul dari impor dan ekspor modal keuangan jangka panjang dan jangka pendek
88.   Peningkatan modal : penambahan modal pada proses produksi sehingga meningkatkan ratio modal terhadap tenga kerja
89.   Kapitalis : seseorang yang memiliki barang-barang modal
90.   Sistem ekonomi kapitalis : system ekonomi dimana kepemilikan modal terutama dikuasai oleh swasta dan bukan oleh pemerintah
91.   Nilai kapitalisasi : nilai harta yang diukur berdasarkan nilai sekarang atas arus pendapatan yang diharapkan akan diperoleh
92.   Rasio modal tenga kerja : suatu ukuran besarnya modal per-pekerja dalam suatu perekonomian
93.   Rasio modal output : rasio antara modal terhadap nilai output tahunan yang diproduksi oleh modal itu
94.   Persediaan modal : kuantitas agregat dari barang modal suatu Negara
95.   Perluasan modal : penambahan modal pada proses produksi supaya proporsi faktor-faktor produksinya tidak berubah
96.   Kartel : organisasi para produsen yang sepakat untuk menjadi satu penjual tunggal
97.   Bank sentral : bank yang bertindak sebagai banker bagi system perbankan komersial dan seringkali juga bagi pemerintah
98.   Sertifikat deposito : deposito berjangka yang dapat di negosiasikan dan mempunyai suku bunga yang lebih tinggi dari pada deposito berjangka biasa
99.   Ceteris paribus : biasanya digunakan dalam dunia ekonomi untuk menunjukan bahwa semua variable kecuali satu variable yang disebutkan, diasumsikan tidak berubah
100.  Perubahan permintaan : kenaikan atau penurunan kualitas yang diminta pada tiap harga yang mungkin dari suatu komoditi
101.  Perubahan dalam jumlah yang diminta : kenaikan atau penurunan dalam jumlah tertentu yang dibeli pada harga tertentu
102.  Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan : kenaikan atau penurunan barang dalam jumlah tertentu yang ditawarkan pada harga tertentu
103.  Perubahan dalam penawaran : keniakan atau penurunan kuantitas yang ditawarkan pada tiap harga yang mungkin dari suatu komoditi
104.  Angkatan kerja sipil : jumlah total orang yang bekerja, termaksud mereka yang bekerja sebagai militer, ditambah dengan jumlah yang menganggur
105.  Pasar imbang : situasi pasar dimana para pembeli mampu membeli semua yang mereka inginkan dan penjual telah mampu menjual semua yang mereka inginkan pada harga yang berlaku
106.  Rumah kliring : lembaga dimana utang-utang antar bank yang timbul dari transfer cek-cek antara bank-bank dihitung
107.  Ekonomi tertutup : ekonomi yang tidak memiliki perdagangan luar negri
108.  Perkumpulan tertutup : serikat pekerja yang memiliki hak tawar menawar secara ekslusif bagi semua anggotanya, dan hanya anggota serikat kerja saja yang dapat dipekerjakan
109.  Tawar-menawar kolektif : proses yang terjadi antara serikat pekerja dan pengusaha sampai pada suatu persetujuan dan melaksanakan persetujuan itu
110.  Kolusi : suatu kesapakatan antara para penjual untuk bertindak seperti penjual tunggal
111.  Ekonomi komando : system ekonomi dimana putusan pemerintah mempunyai pengaruh kuat terhadap alokasi sumber daya
112.  Bank komersial : lembaga yang dimiliki swasta, berorientasi mencari laba, melakukan pemindahan dana jika di instruksikan dengan cek memberikan pinjaman dan melakukan investasi lainnya
113.  Kebijakn perdagangan : berbagai pembatasan atas arus bebas barang dan jasa antar Negara
114.  Komoditi : sesuatu yang dapat dipasarkan yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan
115.  Pasar bersama : serikat pabean dengan ketetapan tambahan bahwa factor produksi dapat bergerak bebas diantara para anggota
116.  Sumber kekayaan bersama : sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh siapa pun dan dapat digunakan oleh siapa saja
117.  Saham biasa : bentuk penyertaan modal yang mengandung hak suara, kekayaan bersih dan laba perusahaan
118.  Keunggulan komparatif : kemampuan suatu negara untuk memproduksi komoditi tertentu dengan biaya oportunitas produk-produk lain yang lebih rendah dari pada Negara lain
119.  Statistika komparatif : turunan dari prediksi dengan menganalisis pengaruh suatu perubahan pada beberapa varaiabel eksogen terhadap posisi keseimbangannya
120.  Devaluasi Bersaing : serangkaian evaluasi terhadap nilai tukar oleh sejumlah Negara
121.  Komplemen : dua komoditi yang digunakan secara bersama sama satu sama lain
122.  Rasio konsentrasi : sebagian dari total penjualan pasar yang dikendalikan oleh sebagian perusahaan industri besar
123.  Industri biaya konstan : suatu industry dimana biaya-biaya dari perusahaan yang paling efisien akan tetap konstan meski sedang mengalami kontraksi dalam jangka panjang
124.  Konsumerisme : suatu gerakan yang menonjolkan konflik antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan umum 
125.  Indeks harga konsumen (IHK) : suatu ukuran harga rat-rata berbagai komoditi yang biasanya dibeli rumah tangga
126.  Surplus konsumsi : selisih antara nilai total yang ditempatkan konsumen pada semua unit komoditi tertentu yang dikonsumsi
127.  Konsumsi : tindakan menggunakan komoditi baik barang maupun jasa
128.  Fungsi konsumsi : hubungan antara jumlah pengeluaran konsumsi yang diinginkan dengan semua faktor yang menentukannya
129.  Pasar yang mampu bersaing : pasar mampu bersaing sepenuhnya jika tidak ada biaya tertanam untuk masuk atau keluar
130.  Perseroan terbatas : bentuk organisasi bisnis dimana perusahaan merupakan badan hukum tersendiri yang terpisah dari para pemilik dan kepemilikannya
131.  Biaya : bagi perusahaan yang memproduksi, nilai input yang digunakn untuk menghasilkan output
132.  Analisis keefektifan biaya : analisis biaya program dengan tujuan menemukan cara berbiaya termurah untuk mencapai hasil tertentu
133.  Minimasi biaya : implikasi dari maksimasi laba bahwa perusahaan akan memilih metode untuk menghasilkan output tertentu dengan biaya terendah
134.  Serikat ahli : serikat yang diorganisasikan untuk mengabungkan para pekerja yang punya keterampilan dan pekerjaan tertentu
135.  Penjahatan kredit : penjahatan dana yang tersedian diantara para peminjam dalam situasi kelebihan permintaan pinjaman pada suku bunga yang berlaku
136.  Data antar bagian : beberapa pengukuran dan pengamatan yang berbeda, yang dibuat pada waktu yang bersamaan
137.  Pengaruh pendesakan : penurunan pengeluaran perorangan yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang mengikuti kebijakan fiscal
138.  Transaksi berjalan : bagian dari perkiraan neraca pembayaran yang mencatat pembayaran dan penerimaan yang ditimbulkan dari perdagangan barang dan jasa
139.  GDP nilai sekarang : yang dinilai berdasrkan harga-harga yang berlaku pada saat pengukuran
140.  Serikat pabean : sekelompok Negara yang bersepakat untuk mengadakan perdagangan bebas di antara mereka sendiri
141.  Pengangguran bersifat siklus : karena kelebihan pengangguran friksional dan structural
142.  Hutang : jumlah yang dipinjam oleh seorang kreditor , termaksud bank dan lembaga keuangan lainnya
143.  Tenggang keputusan : periode waktu antara timbulnya masalah dengan tercapainya keputusan mengenai apa yang harus dilakukan
144.  Deflasi : pengurangan tingkat harga umum
145.  Permintaan : hubungan menyeluruh antara kuantitas komoditi tertentu yang akan dibeli konsumen selama periode waktu tertentu
146.  Kurva permintaan : grafik yang menggambarkan hubungan antara kuantitas komoditi tertentu yang akan dibeli selama periode waktu tertentu dengan harga komoditi tersebut
147.  Rekening giro : simpanan dibank yang dapat ditarik sesuai permintaan dan dapat dipindah bukukan denga cek
148.  Permintaan terhadap uang : jumlah total uang beredar yang ingin dipegang masyarakat untuk berbagai keperluan
149.  Inflasi permintaan : kenaikan inflasi yang disebabkan karena adanya kelebihan permintaan agregat
150.  Schedule permintaan : table yang menunjukan hubungan antara kuantitas komoditi yang akan dibeli konsumen selama periode tertentu
151.  Uang giral : uang milik masyarakat yang disimpan dalam bentuk giro pada bank-bank komersial
152.  Depresiasi : turunnya nilai mata uang domestic di pasar bebas, terhadap nilai mata uang asing
153.  Depresi : periode dimana kegiatan ekonomi sangat rendah dengan tingkat pengangguran tinggi
154.  Permintaan turunan : permintaan terhadap factor produksi tertentu
155.  Negara maju : Negara-negara berpendapatan tinggi didunia
156.  Negara berkembang : Negara-negara yang berpendapatan rendah dibawah Negara maju
157.  Produk unik : produk yang cukup berbeda terhadap yang lainnya dalam satu industry
158.  Beban langsung : jumlah uang untuk pajak yang dikumpulkan dari para pembayar pajak
159.  Investasi langsung : dimana penanam modalnya memiliki control langsung melalui hak suaranya
160.  Tingkat diskonto : tingkat bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus pembayaran di masa yang akan datang untuk memperoleh nilai sekarang
161.  Tenaga kerja pesimis : orang yang ingin bekerja, tetapi berhenti mencari pekerjaan karena tidak ada lowongan pekerjaan
162.  Kebijakan fiscal bebas : kebijakan yang dikeluarkan untuk mengatasi setiap keadaan ekonomi yang khusus apabila terjadi
163.  Disekuilibrium : apabila terdapat kelebihan permintaan ataupun kelebihan penawaran
164.  Laba yang dibagikan : laba yang dibayarkan pada pemilik perusahaan
165.  Dividen : bagian dari laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham perusahaan
166.  Duopoli : industry yang terdiri dari 2 perusahaan
167.  Efisiensi ekonomis : metode memproduksi setiap output dengan biaya paling murah
168.  Pertumbuhan ekonomi : kenaikan riel, atau harga kkonstan, GNP potensial
169.  Skala ekonomis : penurunan biaya per unit output yang dihasilkan dari ekspansi output
170.  Ekonomi : serangkaian kegian produksi dan konsumsi yang saling berkaiatan
171.  Permintaan elastis : situasi dimana presentase perubahan harga tertentu mengakibatkan
presentase perubahan yang lebih besar dalam kuantitas yang sama
172.  Elastisitas permintaan : ukuran besarnya respon dari kuantitas komoditi yang diminta terhadap perubahan harga pasar
173.  Elastisitas penawaran : ukuran besarnya respon dari kuantitas komoditi yang ditawarkan terhadap perubahan harga pasar
174.  Kondisi ekuilibrium : kondisi yang harus dipenuhi jika pasar atau sector ekonomi berada pada keadaan ekuilibrium
175.  Modal ekuitas : dana yang disediakan oleh para pemilik perusahaan yang pengembaliannya pada laba perusahaan
176.  Nilai tukar : harga mata uang suatu Negara yang dinyatakan dalam mata uang lain dapat dibeli atau dijual
177.  Pajak cukai : pajak atas penjualan komoditi tertentu
178.  Eksternalitas : berbagai pengaruh baik atau buruk, terhadap pihak-pihak yang tidak secara langsung terlibat dalam proses produksi
179.  Pasar faktor produksi : pasar tempat penjualan jasa berbagai factor produksi
180.  Mobilitas faktor produksi : suatu keadaan apabila factor-faktor produksi dapat dipertukarkan penggunaannya
181.  Jasa factor produksi : digunakan untuk menghasilkan output
182.  Factor-faktor produksi : sumber daya yang digunakan dalam memproduksi barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan
183.  Uang fiat : uang kertas atau pun uang logam yang tidak didukung dan tidak dapat dipertukarkan menjadi yang lainnya, tetapi masih sebagai mata uang yang sah
184.  Barang jadi : barang-barang yang tidak digunakan sebagai input oleh perusahaan lain, tetapi di produksi untuk di konsumsi
185.  Perusahaan : suatu unit yang menggunakan factor-faktor produksi dan menghasilkan barang dan jasa untuk dijual kepada yang lain
186.  Kebijakan fiscal : penggunaan kegiatan menaikan pendapatan dan kegiatan pengeluaran yang dilakukan pemerintah dalam usahanya mempengaruhi variable makro seperti GNP dan lapangan kerja
187.  Biaya tetap : biaya yang tidak berubah mengikuti biaya output
188.  Investasi tetap : investasi dalam bentuk pabrik dan peralatannya
189.  Valuta asing : mata uang atau berbagai klaim terhadapnya
190.  Barang bebas : komoditi dengan kualitas yang ditawarkan melampaui kuantitas yang diminta pada harga nol (0)
191.  Pengangguran friksional : disebabkan bahwa kenyataan untuk berpindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya memerlukan waktu
192.  Pasar barang : pasar dimana output barang dan jasa dijual
193.  Pembelian pemerintah : termaksud semua pengeluaran pemerintah dalam membeli barang dan jasa yang sedang diproduksi
194.  Produk homogen : setiap unit produk yang tampak serupa dengan unit lainnya
195.  Kuota impor : batas yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai kuantitas komoditi asing yang masuk ke negeri itu selama periode tertentu
196.  Efek pendapatan : pengaruh pada kuantitas yang diminta karena perubahan pendapatan riel
197.  Kebijakan pendapatan : setiap campur tangan langsung oleh pemerintah untuk mempengaruhi pembentukan upah dan tenaga kerja
198.  Kurva indeferen : kurva yang menggambarkan semua kombinasi dari 2 komoditi yang memberikan sejumlah keputusan yang sama
199.  Peta indeferen : satu set kurva indeferen yang didasarkan pada sekumpulan preferensi rumah tangga tertentu
200.  Industri : sekelompok perushaan yang memproduksi barang yang sejenis
201.  Permintaan inelastis : situasi dimana presentase perubahan harga tertentu hanya mengakibatkan presentase yang lebih kecil dari perubahan kuantitas yang diminta
202.  Barang inferior : barang yang mempunyai elastisitas terhadap pendapatan negative
203.  Inflasi : kenaikan rata-rata semua tingkat harga
204.  Infrastruktur : berbagai instalasi dan kemudahan dasar yang sangat diperlukan masyarakat dalam melakukan perdagangan
205.  Injeksi : pendapatan yang dihasilkan perusahaan domestic yang tidak timbul dari pengeluaran rumat tangga domestic
206.  Inovasi : pengenalan suatu penemuan kedalam metode produksi
207.  Input : bahan baku dan berbagai jasa factor produksi yang digunakna dalam proses produksi
208.  Bunga : pembayaran atas penggunaan uang pinjaman
209.  Suku bunga : harga yang harus dibayar dari setia dolar yang dipinjam per tahun
210.  Barang perantara : semua output yang digunakna sebagai input oleh produsen lain untuk tahap produksi
211.  Internalisasi : suatu proses yang mengakibatkan produsen mempertimbangkan pengaruh eksternal sebelumnya
212.  Temuan : penemuan sesuatu yang baru, seperti produk baru
213.  Persediaan : persediaan yang dipertahankan perusahaan untuk meredakan pengaruh fluktuasi jangka pendek dalam produksi
214.  Tenaga kerja : factor produksi yang tediri dari semua kontribusi fisik dan mental yang disediakan orang
215.  Kurva laffer : grafik yang menghubungkan pendapatan yang dihasilkan dengan tariff pajak marginal
216.  Hukum permintaan : bahwa harga pasar dan kuantitas yang diminta dipasar berhubungan terbalik satu sama lain
217.  Alat pembayaran sah : benda yang menurut hokum harus diterima sebagai alat untuk membeli barang dan jasa
218.  Harga batas : harga minimum yang dapat diterapkan oleh perusahaan baru yang memasuki pasar tanpa menderita rugi
219.  Likuiditas : tingkat kemudahan dan kepastian suatu harta untuk dicairkan menjadi alat tukar dalam system ekonomi
220.  Titik balik terendah : titik dasar siklus bisnis
221.  Utilitas marginal : tambahan keputusan yang diperoleh seorang pembeli dari mengkonsumsi tambahan 1 unit barang
222.  Pasar : tempat berlangsungnya negosiasi pertukaran komoditi
223.  Ekonomi pasar : suatu masyarakat yang melakukan spesialisasi dalam aktivitas produksi
224.  Kegagalan pasar : kegagalan system pasar bebas untuk mencapai efisiensi alokatif yang optimal
225.  Sector pasar : bagian dari suatu perekonomian dimana komoditi dibeli dan dijual
226.  Markup : jumlah yang ditambahkan pada biaya untuk menentukan harga
227.  Uang : setiap benda yang pada umunya sebagai alat pembayaran / pertukaran
228.  Jumlah uang beredar : total kuantitas uang dalam perekonomian pada waktu tertentu
229.  Monopoli : situsi pasar yang output industrinya dikontrol oleh penjual tunggal
230.  Monopsoni : situasi pasar yang didalamnya hanya terdapat pembeli tunggal
231.  Hutang nasional : volume hutang pemerintah pusat yang sedang berjalan
232.  Pendapatan nasional : nilai total output dan nilai pendapatan yang timbul oleh produksi output tersebut
233.  Barang normal : barang-barang yang mempunyai elastisitas pendapatan positif
234.  Oligopoli : struktur pasar yang industrinya didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan yang saling bersaing
235.  Petrodolar : uang yang dihasilkan oleh Negara-negara pengekspor minyak
236.  Batas harga tertinggi : harga maksimum yang diijinkan
237.  Batas harga terendah : harga minimum yang diperbolehkan
238.  Aset atau harta atau aktiva : sumber-sumber ekonomi yang di miliki oleh perusahaan
239.  Cost atau biaya atau beban : nilai yang di ukur dengan uang untuk memperoleh barang/ jasa atau semua pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan.
240.  Profit plan : sebuah rencana dari manajemen perusahaan yang berisi seluruh tahap operasi yang akan di canangkan untuk masa yang akan datang sehingga bisa memperoleh laba seperti yang diinginkan.
241.  Break even point/ titik impas : Suatu keadaan dimana perusahaan atau usaha dalam kondisi tidak mendapatkan laba atau menderita rugi. Bisa juga saat dimana memulai usaha dan mencapai tahap break even point dimana semua modal sudah tertutupi dan menuju keuntungan.
242.  Product cost/ biaya produksi : Biaya yang dikeluarkan saat perusahaan berproduksi mengolah bahan baku menjadi produk jadi.
243.  Equity : Merupakan modal yang ditanamkan oleh  investor, bisa berupa  saham ataupun aktiva lainnya.
244.  Accounting : Suatu kegiatan jasa yang berfungsi untung menyajikan informasi kuantitatif yang bersifat keuangan.
245.  Average cost : Biaya rata-rata dari jumlah total semua biaya yang dikeluarkan perusahaan saat proses produksi.
246.  Cost accounting/ akuntansi biaya : Proses dari accounting yang meliputi pencatatan, peringkasan, penggolongan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk dan jasa.
247.  Merger : Sebuah proses penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu nama perusahaan.
248.  Capital : modal, faktor produksi yg digunakan untuk menghasilkan produk lainnya.
249.  Cost (biaya) : segala pengeluaran yang berhubungan dgn hasil yang diharapkan dimasa yang akan dating
250.  Ceiling price : harga eceran tertinggi.

Tulisan Paragraf Induktif



Masalah Perekonomian di Indonesia
Masalah perekonomian Indonesia mulai dari masalah deflasi,inflasi dan ada beberapa sektor ekonomi riil, seperti industri rumah tangga,pangan, maupun jasa yang masih mengalami hambatan. Selain itu bila ingin menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pengangguran dan kemiskinan bisa dibilang kondisi perekonomian Indonesia jauh dari baik ataupun stabil. Masalah pengangguran menjadi salah satu masalah paling fundamental yang tidak bisa diselesaikan di Indonesia. Karena semakin hari pengangguran semakin bertambah sedangkan lapangan kerja yang tersedia hanya sedikit.  
Secara umum tidak ada satupun negara yang berhasil membebaskan negaranya 100% dari pengangguran. Walaupun memang pengangguran ini akan memiliki dampak negatif yang lebih besar. Ada beberapa usaha Pemerintah untuk mengatasi hal ini tapi seringkali mengalami kendala.Yang pertama dilakukan adalah dengan mengatasi masalah kependudukan, dan kedua dengan memberikan  mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yang lebih baik. Bila kembali diulas dari maslah inflasi memang maslah tersebut lebih mengarah pada suatu kesimpulan bahwa inflasi itu sesuatu yang berbahaya dan buruk bagi perekonomian. Tidak jarang pula inflasi harus menjadi penyebab gagalnya berbagai kegiatan ekonomi suatu negara.   
Saat ini pun Indonesia kalah dengan India yang saat ini menjadi kekuatan ekonomi Asia yang sangat diperhitungkan, disamping Cina dan Jepang. Beberapa Negara Asia tersebut mulai mencoba mengetaskan masalah perekonomian dengan berbagai cara. Negara tersebut tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Namun jika mereka bisa kenapa kita tidak mencoba. Jadi itulah beberapa masalah perekonomian yang tidak bisa diselesaikan di Indonesia yang sampai dengan saat ini masih belum bisa diselesaikan.

Note : Untuk keterangan Khusus tulisan diberi warna kuning
           Untuk keterangan Umum tulisan diberi warna biru

Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan yang bersifat khusus kemudian diakhiri dengan kalimat utama dan memuat pernyataan yang bersifat umum.

Tulisan Paragraf Deduktif



EKSPOR dan IMPOR
Ekspor impor merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Ekspor adalah salah satu kegiatan menjual barang dan jasa ke negara lain sedangkan impor adalah suatu kegiatan membeli barang atau jasa dari negara dari negara lain. Ekspor dan impor tak akan lepas dari yang namanya devisa yaitu masuknya uang ke negara dan dpat digunakan untuk membayar pembelian atas impor dan jasa dari luar negeri.
Ada berbagai macam produk ekspor Indonesia mulai dari hasil pertanian, perikanan, hasil industri bahkan dari segi jasa. Dari segi pertanian yang kita tahu Indonesia memiliki berbagai macam hasil alam seperti rempah-rempah. Indonesia dikenal dengan tanahnya yang subur yang tidak semua negara bisa memilikinya. Keadaan cuacanya tropis yang semua hasil alam bisa tumbuh dengan subur. Selain itu dari segi perikanan Indonesia memiliki berbagai macam jenis ikan. Adapun dari segi industri Indonesia mengimpor barang berupa pupuk, semen, tekstil, dan pakain. Yang terakhir dari segi jasa, Indonesia mengirimkan tenaga kerjanya ke luar negri yang biasa disebut tki (tenaga kerja Indonesia). Yang sampai saat ini Indonesia menjadi salah satu negara pengirim tenaga kerja terbanyak.Adapun barang-barang yang diimpor dari negara lain hanya beberapa bahan pendukung untuk kegiatan industri maupun kegiatan ekonomi lainnya. Walaupun memang sekarang keadaan sedang genting karena impor dari negara yang lebih besar dibanding dengan kegiatan ekspornya.
Ada berbagai manfaat dilakukannya ekspor impor bagi Indonesia selain dapat memenuhi kebutuhan masyarkat ekspor impor juga dapat meningkatkan pendapatan negara karena adanya devisa dan juga dapat meningkatkan ekonomi rakyat dari mulai segi ekonomi kecil maupun ekonomi besar. 


Note : Untuk keterangan umum dapat dilihat pada tulisan yang diberi warna merah
           Untuk keterangan khusus daat dilihat pada tulisa yang diberi warna hijau 

Paragraf Deduktif adalah :  Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

Senin, 07 Oktober 2013

ARTIKEL PEREKONOMIAN INDONESIA

PARAGRAF DEDUKTIF
Indonesia masih akan mengadakan konsumsi dalam negeri dan investasi untuk menggenjot pertumbuhan ekonominya di tahun ini 2013 ini. Semua itu terjadi dalam kondisi perekonomian global yang tidak menentu dan dikarenakan konstribusi ekspor belum bisa diharapkan akibat permintaan global yang sedang menurun. Banyak pengusaha tidak lagi memproduksi barang tetapi mereka lebih suka untuk menjadi pedagang atau importir. Inmportir lebih menarik dan menguntungkan daripada berproduksi di domestik. Beberapa orang di Ekonomi Asia Pasifik Economic & Market Analysis, City Research Helmy Arman di dalam risetnya yang dipublikasikan pada 30juli menjelaskan bahwa meningkatnya impor dapat beresiko negatif pada perkembangn ekonomi dewasa ini. Perihal ini di karenakan beberapa besar bahan baku untuk rata-rata industri di Indonesia dipenuhi dari impor, layaknya halnya seperti bahan bakar serta industri non bahan bakar. Jadi sudah bisa disimpulkan bahwa dari segi industri maupun perdagangan tidak bisa bergantung pada kegiatan ekspor dikarenakan masyarakat Indonesia yang lebih besar mengkonsumsi barang impor dan memang juga selain menjadi kebiasaan tapi itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Walaupun memang paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah akan berkontribusi terhadap peningkatan pengenaan pajak atas barang mewah misalnya dinilai jugakan menambah porsi penerimaan negara yang selama ini targetnya trus ditingkatkan oleh kementerian keuangan dar tahun ke tahun. Indonesia masih perlu berusaha lagi dalam memperbaiki perekonomian Indonesia.

Sumber:
www.anneahira.comkondisi –perekonomian-Indonesia-saat-ini.htm
caturdj.wordpress.com
obrolanekonomi.blogspot.com


PARAGRAF INDUKTIF
Masalah perekonomian Indonesia mulai dari masalah deflasi,inflasi dan ada beberapa sektor ekonomi riil, seperti industri rumah tangga,pangan, maupun jasa terkadang masih mengalami hambatan. Apabila mau menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pengangguran dan kemiskinan bisa dibilang kondisi perekonomian Indonesia jauh dari baik ataupun stabil. Secara umum tidak ada satupun negara yang berhasil membebaskan negaranya 100% dari pengangguran. Walaupun memang pengangguran ini akan memiliki dampak negatif yang lebih besar. Ada beberapa usaha Pemerintah untuk mengatasi hal ini tapi seringkali mengalami kendala.Yang pertama dilakukan adalah dengan mengatasi masalah kependudukan, kedua dengan tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun dari sektor investasi swasta. Ketiga dengan memberikan dqan mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yang lebih mendesak. Bila kembali diulas dari maslah inflasi memang maslah tersebut lebih mengarah pada suatu kesimpulan bahwa inflasi itu sesuatu yang berbahaya dan buruk bagi perekonomian. Tidak jarang pula inflasi harus menerima tuduhan sebagai penyebab gagalnya berbagai kegiatan ekonomi suatu negara.   Saat ini pun Indonesia kalah dengan India yang saat ini menjadi kekuatan ekonomi Asia yang sangat diperhitungkan, disamping Cina dan Jepang. Jadi itulah beberapa penyebab masalah perkkonomian Indonesia yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan, bahkan memperburuk perekonomian Indonesia saat ini.

Sumber : josephinejoe.wordpress.com


Senin, 01 Juli 2013

Mereka yang menjadi inspirasiku

Ada 3 orang yang menjadi inspirasi atau motivasi aku untuk maju atau menggapai cita-citaku menjadi orang yg sukses. Atau bisa dibilang menjadi contoh dari segi positif baik dari gaya hidup, segi agama, masa depan dan sebagainya.







Pertama itu ada kakak sepupu aku namanya Wulan Alpianita
Dia sekarang bekerja disalah satu PT di jababaeka. Aku salut dan bangga sama kakak sepupu aku yg satu ini. Dia benar2 perihatin dan sekarang ini terbukti sukses. Sukses dari segi materi dan sukses dalam membahagiakan keluarganya. Dia lulusan smk dan itupun tidak seperti orang lain yg dibiayai oleh orang tua, bisa dibilang susah untuk sekolah. Biaya dari saudara2 dan semuanya ia jalani dengan ikhlas. Tapi ia tidak pernah mengeluh dalam hidupnya. Dia terus dan terus belajar sampai akhirnya lulus SMK. Dia mandiri, menacri pekerjaan sendiri sampai akhirnya masuk dislah satu PT. awalnya dari operator dia sabar dan tekun menjalaninya dengan gaji yg seadanya untuk membiayai dia dan keluarganya tapi dia tidak pernah menyerah, Samapi akhirnya dia diangkat ke posisi yang jauh lebih baik. Sekarang bisa membeli rumah sendiri dan semuanyanya sendiri. Aku mau sperti dia..


Kedua ada temanku Fitratul Ismah
Dia temanku dari sekolah dasar sampai dengan saat ini :) Kami dekat sejak kelas 3SD kita berteman dekat sampai akhirnya pisah karena dia pindah dan  melanjutkan smp di bekasi, sma juga sama di daerah bekasi. Tapi kami tetap berkomunikasi. Aku sudah bukan menganggap dia teman ataupun sahabat tapi lebih ke saudara. Dia saat ini berkuliah di salah satu universitas islam  di Malaysia. Dia memang anaknya pintar dari sejak sd. Yang jd panuttan buat aku sendiri dia itu agamanya bagus menurutku. dia berkerudung, cantik, pintar, dan sholehah. Sholat nomer 1 buat dia, yaa memang itu wajib buat  islam, tapi jujur aku belum baik dalam ibadah sholat masih bolong-bolong. hmm Aku sendiri berkerudung karena melihat dia yaa bukan hanya melihat cuma malu saja sudah umur segini belum bisa belajar menutup aurat. Memang sekarangpun saya masih belum baik dalam berpakaian ataupun menutup aurat tapi diusahakan belajar sedikit demi sedikit. Pokoknya aku melihat ismah itu menjadi contoh aku buat beribadah, buat memperbaiki diri aku dari segi agama dan semuanya, insyallah.

Ketiga ada sahabatku namanya Tiara Ima
kami berteman dan kenal sejak kelas 1 SMA. Kami tidak pernah sekelas tapi karena kelas kami bersampingan jadi kami dekat hingga saat ini. Sekarang kami juga berkuliah di kampus yg sama di Universitas Gunadarma, tapi kami beda jurusannya. Tiara jurusan sastra Inggris sedangkan saya sendiri jurusan Akuntansi. Aku melihat dia sebagai sosok kakak, dan pemberi nasehat yg baik. Dia walaupun seumur denganku tapi punya pemikiran yg lebih dewasa. Dia bisa dibilang menjadi tempat curhatku. Dia mau mendengarkan apapun keluh kesahku selalu memberi nasehat yg membangun dan bisa membuat aku berpikir untuk tidak down apalagi menyerah. Curhat dari segi kehidupan tapi lebih ke soal asmara hehe.
Pokoknya dari tiara aku belajar banyak hal tentang bagaimana menjalani kehidupan dan bagaimana supaya kita tidak sedih dan menyerah :)


Maaf jika tulisan  ini kurang baik :)


.

Seekor Anjing dengan filosofinya

Waktu itu saya sempet diajak temen semacam kayak diramal disitu saya disuruh pilih 3 binatang yang saya suka. Hmm gatau kenapa binatang-binatang yang saya sebut itu anjing, kupu-kupu dan kelinci. Ketiga binatang itu spontan saja ada dipikiran saya. Disitu teman saya yang membuat permainan bilang kalo dari ketiga binatang yang saya pikir itu merupakan gambaran bagaimana sifat, perilaku dan semua apa yang saya inginkan. Gak pernah nyangka aja semua binatang punya filosofi masing-masing, malah bisa menggambarkan dari sifat kita masing-masing.
 Saya akan lebih membahas anjing, hmm gatau kenapa karena anjing itu memiliki filososfi yg banyak dan menggambarkan sifat saya.  hmm menurut sebagian orang pasti sudah berpikir anjing itu galak,nakal, kasar segala macem yang negatif deh. Memang benar seperti itu sifat asli yg saya miliki. Ya galak cepat marah bisa dibilang tapi sadar ga anjing itu bisa berubah jadi binatang yang jinak kalo sama si pemiliknya atau orang-orang yang dia rasa baik atau sudah kenal dekat dengannya. Ya kurang lebih seperti itu sifat saya. Lalu nakal, yaa memang saya nakal atau bisa dibilang saya bergaul sama siapa saja mau lingkungan  pergaulannya baik ataupun buruk. Saya tidak takut ataupun berpandangan jelek karena pergaulan dengan berbagai macam karakter yg berbeda itu bagus buat jadi bahan pelajaran dalam kehidupan asalkan orang itu tidak mergikan saya.Sama seperti anjing yg bergaul dengan binatang apapun di jalanan tapi asalkan jangan ada yg mengganggu ketenangannya atau wilayahnya. Tapi dilain sisi anjing biasa menjadi jinak, sadar engga? dia bisa begitu jinak dengan majikannya. Kalo bagian itu saya filosofikan di kehidupan asmara saya hehe yaa kehiidupan sehari-hari juga sih . Sekali saya sayang dengan satu orang mau itu orang tua,teman,pacar saya akan begitu menurut dan mengikuti malah lebih mengkesampingan keinginan saya sendiri. Saya akan menjaga dia semampu saya menjaga perasaanya dibanding perasaan saya sendiri, begitu sama anjing dengan majikannya sendiri. 
Saya tidak tahu mengapa saya begitu suka anjing, dan mengangkat filosofi dari seekor anjing padahal saya sendiri belum pernah memelihara anjing apalagi memegangnya. Tapi sisi seoekor  anjing begitu menggambarkan diri saya. Dia kasar diluar tapi sebenarnya dia lembut dan penyayang dalamnya asalkan tidak ada yang menggangu ketenangan dia dengan kata lain jahat dengannya.

Maaf jika tulisan ini kurang bagus atau bagaimana karena ini saya tulis dengan apa yg ada dipikran saya. Dan muncul dari apa yg ada di diri saya sendiri. terimakasih :)